News

PBB Desak Israel Cabut Pembatasan di Kamp Pengungsi Palestina di Tepi Barat

Ramallah (KABARIN) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Israel untuk mencabut berbagai pembatasan yang diberlakukan di sejumlah kamp pengungsi Palestina di Tepi Barat karena dinilai memperburuk kondisi kemanusiaan dan menghambat akses warga terhadap layanan dasar serta sumber penghidupan.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, pada Rabu menyerukan agar otoritas Israel mengakhiri kebijakan yang berdampak terhadap kehidupan warga Palestina di kamp-kamp pengungsian tersebut.

Seruan itu muncul setelah otoritas Israel pada Ahad memutuskan memperpanjang instruksi militer terkait penutupan tiga kamp pengungsi yang berada di wilayah Jenin dan Tulkarm hingga akhir Juli 2026.

Menurut data UNRWA, lebih dari 33.000 warga Palestina dari kamp-kamp tersebut telah mengungsi sejak awal 2025 dan hingga kini belum diizinkan kembali ke tempat tinggal mereka.

Keputusan terbaru tersebut membuat masa pengungsian puluhan ribu warga Palestina bertambah setidaknya dua bulan lagi. PBB menilai kebijakan yang menyebabkan atau memperpanjang pengungsian serta membatasi akses terhadap layanan penting perlu segera dicabut guna mencegah memburuknya situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.

PBB juga kembali menekankan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak konflik dan kebijakan keamanan di Tepi Barat.

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: